Reinhard Grindel undur diri dari jabatannya selaku Presiden DFB. Langkah itu dieksekusi sehabis ia mendapat sejumlah desakan dari beberapa pihak, sebab dugaan gratifikasi.

Grindel mendapat jam tangan berharga senilai 6000 € dari Wakil Presiden UEFA, Grigoriy Surkis. Pertama kali, dia menolak tak memahami bakal berlakunya ancaman tudingan gratifikasi akibat penerimaan jam tangan itu.

“Pada waktu menerimnya dari Grigoriy, saya tak mengerti market value-nya semahal ini. Saya meminta maaf sebab tak menjelaskan hal itu sebelumnya setelah mendapat jam tangan. Saya dapat tegaskan tak terdapat konflik kepentingan, ” jelasnya sebagaimana dilansir dari BBC.

“Grigory sama sekali tak memiliki kepentingan finansial kepada DFB sebagaimana yang disangkakan. Ia tak sekalipun minta bantuanku baik kala sebelum memberiku jam, ataupun setelahnya. ” imbuh lelaki yang sempat berkarier menjadi wartawan itu.

Grigory Surkis di waktu bersamaan jua punya posisi pada Komite Eksekutif UEFA. Hal itu yang jadi pangkal problem dugaan gratifikasi. Usai itu, dia jua menegaskan Surkis berhenti dari kewajibannya, bersamaan dengan pengunduran dirinya menjadi Orang nomor 1 di DFB.

“Bersamaan dengan ini saya sampaikan jika ia takkan bekerja kembali menjadi anggota exco UEFA, ” jelasnya meneruskan. Mundurnya Grindel mengakhiri waktu 3 tahun penuh kontroversial lelaki 57 tahun itu.

3 musim akhir-akhir ini, dia terus menunjukkan kebijakan tak popular sejauh berkuasa menjadi Orang nomor 1 di DFB. Mulai dari pelarangan pyro didalam stadion, sampai menggelar laga di Senin malam.

Presiden DFB Mengundurkan Diri Lantaran Dugaan Gratifikasi
Tagged on:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *